Laksana pelangi tujuh warna setelah
hujan berlalu. Begitulah indahnya sebuah perbedaan yang kadang kita paksakan
harus selalu sama. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melihat atau
mendengar sesuatu yang berbeda dan sulit untuk disatukan, bahkan mungkin tidak
akan pernah bisa disatukan. Perbedaan seolah-olah selalu mengantarkan kita pada
keterpisahan. Seperti minyak dan air, kedua zat cairan ini seolah-olah tidak
dapat disatukan meskipun kita telah mengaduknya sedemikian rupa agar tercampur.
Sebenarnya kedua cairan itu bisa bersatu, tetapi membutuhkan sabun untuk
menyatukannya. Begitu pula perbedaan yang kita miliki, rasa memahami dan
bijaklah yang menjadi pemersatu perbedaan.
Perbedaan adalah sunnatullah yang
tidak bisa dielakkan. Apakah perbedaan itu diciptakan oleh Allah tanpa maksud
dan tujuan? Apakah perbedaan mesti menjadi sumber perselisihan dan permusuhan?
Tentu saja tidak! Perbedaan itu merupakan rahmat dari Allah, menjadi indah
untuk terjadinya ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), dan
ta’awun (saling membantu) di antara satu dengan yang lainnya.
